Air dan minyak sebuah pemikiran

air dan minya

air dan minya

Apakah pemikiran ada karena keadaan atau keadaan ada karena pemikiran? Barang kali inilah dasar pemikiran yang digunakan engels untuk memisahkan dua aliran filsafat. Sungguh indah bila ada suatu pemisahan yang jelas seperti air dan minyak itu. Semua akan sangat jelas, tidak saling mengotori dan campur aduk sehingga akan semakin mudah untuk melihat dan menyikapi.
Aku sangat suka dengan kata-kata Pramoedya “Manusia harus adil sejak dalam pikiran”. Suatu kata yang sangat halus nan tegas dan menohok. Salah adalah salah dan benar adalah benar. Berbicara tentang adil mengingatkan saya dengan hukum. Hukum memiliki sifat yang disuatu saat karenanya saya kagumi dan disatu saat saya caci maki. Hukum sangat kaku, tak mengenal perasaan, ini semua sangat jelas terlihat dari bahasa-bahasa yang digunakan ahli hukum. sangat kecil celah di situ untuk memasukan percikan perasaan.
Sebagai manusia yang sebagai benda memiliki kodrat sebagai makhluk yang berperasaan seharusnya dapat mengendalikan dengan baik. Perasaanlah yang membuat suatu permasalahan menjadi lebih runyam, tetapi disuatu saat akan membuat suatu permasalahan menjadi sangat jelas jawabannya. Pertanyaan yang timbul adalah pertanyaan yang sangat klasik, yaitu kapan tepatnya memakai A dan kapan mengesampingkan A. Kapan tepatnya menggunakan perasaan dan kapan mengesampingkannya?
Pencampur adukan antara perasaan dengan pemikiran adalah hal yang lazim terjadi. Hal ini akan sangat kentara bila perasaan itu jelas di titik extreem-nya, yaitu saat pemurah ataupun pemarah. Tanggapan dari pemikiran yang tercampur dengan 2 hal itu yang akan mudah tersaring oleh orang lain. Sedangkan bila perasaan yang digunakan kadarnya tidak di kedua ujung extreem itu akan sulit terdeteksi, sehingga sulit pula dalam menanggapinya.
Pencampur adukan pemikiran dengan perasaan nyatanya memang tidak bisa dilepas. Tetapi kadar dari keduanya bisa di atur ataupun disamarkan dengan berbagai keindahan retoris. Kapan dan bagaimana racikan antara pemikiran dan perasaan itu seyogya-nya ditentukan oleh individu masing-masing, karena itu adilah sejak dalam pikiran.
Gian Giovani 19:55 18/06/2011

2 thoughts on “Air dan minyak sebuah pemikiran

  1. Lumayan, tp tulisanmu itu ga bisa membawa pembaca menyelami imajianisimu sehingga pesan yg d sampaikan kurang kuat…contoh: pas stlh membaca msh timbul untuk apa Qt harus adil dlm berfikir? ato penghubung hukum,pemikiran,serta perasaan?…byk istilah laen yg mudah dicerna tp mlh memilih “titik extreem” maupun “retoris” saranna tulisan itu ada 7an pencapainya, membentuk opini, mengarahkan & memahami…tinggal sapa saja sasarannya..nice job ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s