Basic Software Process Nature

About software process :

The special nature of SPs can be defined as follows:

a) They are complex.

b) They are not typical production processes, since they are exception driven, are strongly affected by highly unpredictable circumstances, and each process has peculiarities that distinguishes it from all others.

c) They are not ‘pure’ engineering processes either, since we do not know the appropriate abstractions, (there is no experimental science behind them), they depend too much on too many people, their design and production are not clearly differentiated, and their budgets, schedules and quality cannot be programmed reliably enough.

d) They are not (entirely) creative processes because some parts can be described in detail while some procedures are previously enforced.

e) They are finding-based and depend on communication, coordination and cooperation within predefined frameworks. Their delivery generates new requirements, the cost of changing software is not usually recognised, and their success depends on user involvement and the coordination of many different roles (sales, technical development, customer, etc.).

Ruiz-González,Francisco; Canfora, Gerardo; “Software Process: Characteristics, Technology and Environments” (PDF), European Journal for the Informatics Professional, 5 (5): 6–10

Advertisements

Hujan di bulan april

Kontradiksi selalu berawal dari keberadaan
Yang akhirnya berbelit lincah dengan pertemuan
Bertali-temali layaknya benang kusut
Berjungkir-balik bagai ayam aduan yang dipertemukan di tengah sorakan

Seperti sore tadi saat matahari masih hangat
Saat mata-mata masih awas memunguti remah remah rejeki
Saat buruh-buruh waktu masih sibuk menanti
Lewat sela-sela dedaunan akasia dan dahlia
Rinai-rinai hujan berjatuhan membaluri jalanan
Mencipta paduan ganjil kontradiksi terik matahari dan dingin tepias air hujan

Kita adalah kontradiksi di mana si aku berada di sisi sana dan si kamu berada di sini
Saling memandang lekat namun hanya dalam pandang
Yang kisahnya akan berhenti saat jalanan telah lengang dan waktu berhenti beradu
Tak cukup berharga untuk dikejar, tak bijak pula untuk ditinggalkan

Karena pada akhirnya
Kita akan berhenti seperti hujan di bulan april

Menunggu reda

Pernah tidak kamu memikirkan dari mana datangnya katak yang menyanyi bersahut-sahutan dikala hujan datang? Pasti tidak, begitu pula untuk berpikir tentang kemana perginya mereka saat diam terkesiap saat hujan telah reda.

Namun begitu itu yang agaknya membuat setidaknya seper lima bagian manusia di bumi ini masih waras, karena mereka tidak memikirkan hal-hal yang tidak terlalu penting seperti itu. Namun sayang empat per lima manusia yang lain tidak seberuntung itu, banyak dari mereka yang merengut saja kerjaannya. Tapi angka-angka itu jangan terlalu dipikirkan dapat dari mana, daripada nanti kamu malah ikutan tidak waras mengurus hal seperti itu.

Perkenalkan aku Pasir, biasa dipanggil Sir. Evolusi nama ini akan sangat menarik di sepanjang masa hidupku. Saat kecil dengan lidah belum terlalu lincah aku akan memanggil diri sendiri sebagai Acil, lalu diikuti Nenek yang akhirnya memanggil dengan nama Acil juga, diikuti paman, tante dan kakak-kakak sepupu yang lain. Namun Ibuk dan Bapak pasti tidak terima nama pilihan mereka dipermainkan, maka mereka akan memanggilku dengan (kejutan!) Pasir. Continue reading

Empat aku

Aku kala yang jemarinya gatal meremasi kehidupan
Merah gelisah memburui ketidakberdayaan
Gelap, hampa, tak terbatas

Aku jiwa yang tekun menjaga equilibrium kewarasan
Mengalir sejuk merengkuhi asa harapan
Hijau, dingin, mendamaikan

Aku yang tak bernama, mengobral senja, perhatian dan kasih sayang
Menguari aroma cempaka wardana
Wangi, hangat layaknya pertemuan

Aku janji yang tak berarti
Menutupi setiap bohong dari matahari
Redup, pilu dan sendu

Kami hanyalah bagian kecil dari mimpimu

Renjana durjana

Satu dua hari ini ada duri yang menancap di hati

Atau sebenarnya tidak

Tapi telah berbulan bulan sebenarnya

Setiap sore ditimang-timang

Setiap malam disiram dengan pengharapan

Namun di pagi hari dilupakan oleh kesibukan

Oh renjana ini

Selalu tersenyum balik di setiap kesunyian

Namun tak kunjung jua hausnya terpuaskan

Oh durjana ini

Merawat kerinduan mati-matian

Terkekang dan mengekang ketidakpastian