Sebuah kotak 40 meter persegi

Menulis bukanlah sesuatu yang asing bagiku, hanya saja kini kami saling terasing. Sudah berapa malam berlalu sejak terakhir kali waktu mempertemukan ketermenunganku dengan menulis. Tentu saja keterasingan dalam jangka waktu yang cukup panjang membuat kami tidak saling akrab.

Saat ini interaksi sosial tentu sangatlah minimal apalagi yang bersifat fisik, hal ini menyebabkan tidak adanya insentif bagiku untuk berpenampilan baik. Manifestasinya bisa bermacam-macam bentuknya, aku bisa saja memakan baju yang sama dari pagi hari sampai esok pagi. Kumis dan jenggot pun kubiarkan tumbuh semau mereka. Hal seperti ini berlanjut untuk banyak hal, seperti soal mandi dan bau badan.

Namun aku merasa suatu kontras yang sangat terasa pada saat akhirnya aku memutuskan untuk lebih bersih dan rapi. Seperti saat mandi pagi dan memakai kemeja rapi sebelum bekerja, ataupun saat kuputuskan untuk mencukur kumis dan jenggot. Sebuah kelegaan dan semangat baru muncul, terasa ada energi cerah yang memancar dari tubuhku. Seakan optimisme muncul lagi, karena itulah sebenarnya aku sangat suka memakai baju rapi saat bekerja di rumah.

Setelah aku merasakan sebuah kebangkitan lewat datangnya kesadaran yang sebelumnya terjabarkan, aku mengalami fase selanjutnya di mana kacaunya orientasi waktu. Di mana secara fisik waktuku bergeser 12 jam atau bahkan sudah disorientasi secara total, sedangkan pekerjaan tetap saja waktunya seperti biasa. Hal ini menyeretku pada penderitaan yang diam untuk waktu yang lama, bahkan sampai sekarang aku masih mencoba untuk memeranginya.

Akhirnya saat ini aku kembali lagi tersungkur pada bau badan, kumis yang tidak beraturan dan jadwal tidur yang awut-awutan. Ada banyak kesadaran baru yang aku temukan, namun akan kucari lain waktu untuk mendeskripsikannya.

Supermoon on the island

Last night I was at one of the Jakarta thousand islands. I rode the bike slowly, letting my face tickled by seashore breeze. Parked the bike near a small pier, left unused by most fishermen here.

The water was turquoise at day, but it was sparkling so beautiful that night. Mesmerizing was understated, together with the wind they could blaze my anger, sadness and loneliness away.

I looked up to the sky, wondering why the water was sparkling beautifully. Enchanted once again, I saw a bright and dazzling moon framed by thin night clouds.

Home

I think I’m longing for a home

Not a home where my family reside

The place where I was born and raised

I’m longing for my home

A place where I can relish my loneliness

Enjoying night with a cup of warm tea while watching TV

Or reading a book with swinging music at the background

Having conversation with night skyline while doing nothing

Such pleasure such home