Provoking Thoughts

Plato menceritakan soal gurunya yang menggunakan pendekatan tidak nyaman dalam mengajarkan pemikirannya. Cara tersebut dalam ilmu filsafat barat dikenal sebagai socrates method, yang nantinya bakal berkembang menjadi proses dialektika yang banyak kita kenal sekarang.
Pada umumnya metode ini selalu diawali oleh suatu pemikiran, dari situ socrates akan bertanya terus menerus dengan hingga melemahkan pondasi dari pemikiran itu. Dari situlah berbagai bentuk kontradiksi dari pemikiran dan proses penalarannya dieliminasi satu persatu.
Dalam sejarahnya socrates suka menantang berbagai pemikiran yang sudah dipercayai keniscayaan nya oleh masyarakaat pada jamannya, mengajak dialog siapa saja dan di mana saja. Berusaha menyadarkan masyarakat pada jamannya bahwa yang ada disekitarnya bukanlah kebenaran mutlak, ada tugas manusia untuk menera kebenaran dengan logika.
Dewasa ini masih banyak topik-topik sensitif yang juga menarik dan harus kita pikirkan bersama, bukan untuk memberpihakkan kebenaran. Socrates method berguna bagi kita untuk menyikapi keadaan sekarang dengan logika yang jernih dan kritis kesegala arah.

Berlalu

wetmirror

Pas kemarin Rin jalan ke kamar mandi, dia menemukan rasa bersalah berkumpul di batok kepalanya. Sudah dicoba dibasuh dengan air, tapi tetap belum hilang juga. Sekali dicoba, dua kali, tiga kali sampai ke empat kali masih belum juga hilang.

Ok harus tenang, harus dengan kepala dingin. Rin mencoba menenangkan diri, ditatap tajam cermin lebar di depannya. Berusaha mengenali refleksi tubuhnya, ditelusuri mulai dari ujung rambut, turun ke dahi di mana semua rasa bersalah itu berkumpul, berlanjut ke mata di mana ada suatu kekosongan terlihat di sana. Kini pandangan Rin berhenti di ujung hidung runcingnya, berusaha menemukan sedikit petunjuk tetapi tak ada apa-apa di sana.

Continue reading

Apa enaknya sate kalau seperti ini

Beberapa hari ini cuaca benar-benar tidak menentu, banyak orang yang pada sakit. Papa minggu lalu flu, sampai sekarang pileknya pun belum sembuh. Mama, Kakak sampai mbak Jum pun bergantian sakitnya. Tentunya aku juga gak terkecuali.
Ceritanya kemarin malam aku nonton tivi bareng Mama, Papa, kakak sampai jam 10 malam, karena besoknya hari minggu. Malam itu tivi nya seru, kita bareng-bareng nonton acara komedi yang lucu sekali. Kami sekeluarga paling suka acara itu dan kadang-kadang sampai lupa waktu. Kayak kemarin tidurnya sampai jam sepuluh malam, padahal biasanya jam 8 saja sudah disuruh tidur sama mama.
Paginya pas bangun tidur tiba-tiba kepalaku pusing, jalan dari tempat tidur rasanya kayak jalan di kapal laut. Kayak nggak imbang gitu, juga kepala rasanya kayak digoyang-goyang. Aku langsung nyari Mama sambil nangis, waktu itu mama sedang memasak di dapur.
“Kamu kenapa Dek?”

Continue reading

Aku Kehujanan

Aku ingin pulang
aku kehujanan
Aku ingin makan
aku kehujanan
Aku ingin menangis
aku kehujanan
Aku ingin diam
aku kehujanan

Aku ingin kembali padamu
aku kehujanan
Aku ingin bermimpi
aku kehujanan
Aku ingin menangis
aku kehujanan
Aku ingin diam
aku kehujanan

Aku ingin berlari
aku kehujanan
Aku ingin menghilang
aku kehujanan
Aku ingin menangis
aku kehujanan
Aku ingin diam
aku kehujanan

Aku ingin bahagia
aku kehujanan
Aku ingin tertawa
aku kehujanan
Aku ingin kehujanan
aku kehujanan

Sore Padi

“Senyum dong,” Padi disapa oleh seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya. Dia tersenyum, Padi bingung tapi ikut tersenyum.

“I iya hai, siapa ya?” Kata padi sambil sedikit tergagap.

“Halo kenalin namaku Nadya. Udah tiga hari ini aku keliling Jogja nyari kamu.”

“Aku Padi, salam kenal. Kenapa nyari-nyari?”

“Santailah pad, aku cuma pengen ketemu aja kok.”

Sampai di situ Padi mulai berusaha mengingat-ingat apakah dia pernah bertemu perempuan di depannya ini. Tidak mungkin pikirnya, Nadya ini cantik gak mungkin dia melupakannya walau bertemu hanya sekali. Atau mungkin tiga atau empat hari yang lalu dia melakukan sesuatu yang istimewa, semingguan ini dia cuma ngendon di kedai kopi Bismillah.

“Gini, kemarin Pak Bisri ngasih saran untuk nemuin kamu. Tahu Pak Bisri kan? Yang rambutnya putih, orang yang jaga villa di Batu.” Nadya sepertinya tahu Padi sedang mempertanyakan kehadirannya.

“Jadi ceritanya aku pengen kamu nikahin aku. Bulan depan.”

“Ha?” Cuma sebatas ini kualitas seorang Padi dalam menghadapi kondisi seperti ini. Continue reading