Prolog surat cinta untuk ruth

Dalam prolog Surat Untuk Ruth, terdapat dialog yang intim antara Are dan Ruth. Diawali dengan pelukan hangat, Are menyatakan perasaannya pada Ruth. Saat itu Ruth hanya diam, memandang kosong seorang Are lalu menciumnya dengan penuh perasaan.
Bagaimana seorang wanita seperti Ruth bertahan bersama pria yang tidak lagi dia cintai yang getar getar cintanya telah sirna bertahun yang lalu, itu mungkin inti pertanyaan Are.
Bisa jadi Ruth tidak tega untuk memutuskan hubungan dengan pria yang dengan sungguh-sungguh mengatakan akan membuatnya kembali jatuh cinta, setelah ia tahu tak ada cinta lagi dari Ruth. Bisa juga karena Ruth telah terlalu terbiasa akan kehadirannya, walaupun rasa cinta itu telah tiada.
Tapi Ruth akhirnya tega pula meninggalkan pria itu, berani pula kehilangan setiap bentuk kehadirannya. Entah apa yang dia lihat dari sosok Are yang baru dia cium dengan penuh kedamalaman perasaan.

Tulisan Bernard Batubara ini tidak terlalu menarik menurut saya, tetapi harus diakui prolognya begitu kuat dan intim.

Kali ini kita bertemu lagi

Aku mengunjungimu lagi malam ini

Di atap gedung tinggi Ibukota
Dibingkai tulang-tulang baja penyangga
Dilatari kabut tipis yang menyelimuti horison sejak sore tadi

Aku memandangimu lagi malam ini
Semakin dingin
Semakin jauh
Semakin tak terengkuh

Aku menungguimu lagi malam ini
Masih di atas sana
Menjatuhi bumi dengan pancaran tenang

Selamat malam, rembulan

Jakarta, 6 Juni 2017

TCP Socket Implementation On Golang

Golang is surely my first to go language to write web application, it hides many details but still gives a lot of flexibility. Recently I did strace to an http service app, actually did it without a reason but I found something interesting.

Here’s what strace -c gave me :

% time     seconds  usecs/call     calls    errors syscall
------ ----------- ----------- --------- --------- ----------------
 91.24    0.397615         336      1185        29 futex
  4.13    0.018009           3      7115           clock_gettime
  2.92    0.012735          19       654           epoll_wait
  1.31    0.005701           6       911           write
  0.20    0.000878           3       335           epoll_ctl
  0.12    0.000525           1       915       457 read
  0.02    0.000106           2        59           select
  0.01    0.000059           0       170           close
  0.01    0.000053           0       791           setsockopt
  0.01    0.000035           0       158           getpeername
  0.01    0.000034           0       170           socket
  0.01    0.000029           0       160           getsockname
  0.01    0.000026           0       159           getsockopt
  0.00    0.000000           0         7           sched_yield
  0.00    0.000000           0       166       166 connect
  0.00    0.000000           0         3         1 accept4
------ ----------- ----------- --------- --------- ----------------
100.00    0.435805                 12958       653 total

There are a lot of interesting things in that profiling result, but the highlight of this article are the error number of read and the number of futex call

At the first sight I didn’t think about futex call, which most of them are a wake call. I thought that this app serve hundreds req per second, it should has many go routine; At the other hand it also leverage channel, it should has many under the hood blocking mechanism. So a lot of futex call should be normal, later I found out that this number was also from other things -will back to it later-. Continue reading

Langit

Seseorang bertanya tentang makna langit bagiku, sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab.
Bagiku langit begitu magis bukan karena ia tinggi, tapi karena kedalamannya. Begitu dalamnya hingga seakan semua imajiku mampu tenggelam menembusi awan, merenangi dalamnya langit dalam renungku.
Terkadang langit juga menawarkan drama lewat gugusan awan, kadang segaris tipis sepanjang horison, kadang bergumpal-gumpal seperti gula-gula kapas. Memberikan renda-renda emosi pada hatiku yang datar-datar saja. Saat langit biru cerah dengan awan tipis berlarian, rasanya terang, luas dan lega. Saat gumpalan mendung berkumpul menjelaga, aku ingat rumah, bau hujan, rasa takut dan kamu.