Qmake, don’t forget to run qmake after editing qmake file

It was long time ago I touched qmake, and yesterday I played with it again. Now I’m more than familiar with Visual Studio’s Project, looking on to qmake style is quite difficult for me. I’m never mastered meta build tool like qmake or cmake style, so this journey is not about picking what left behind.

However Qt is not new for me, that’s also true for qmake. Yesterday I tried to compose new qmake project from other visual studio project, to kill my free time. Here is what I do :

1. Adding source files with SOURCES variable

2. Adding header files with HEADERS variable

3. Adding search path with INCLUDEPATH variable

That was pretty easy to do, than I run qmake to generate what necessary.

Don’t forget to run qmake command against your qmake file, just like another meta build tool.

What is #pragma comment?

Recently I got C++ source code from my friend regarding something I don’t know (yet). In that source there are #pragma comment macro which I didn’t familiar. So what is it?

According to Visual C++ documentation, #pragma comment is used to place a comment record into an object file or executable file. I think it means putting additional (user specified) information for linker. There are some specified type of this comment : compiler, exestr, lib, linker, user.

Source I received uses lib type to specify libs to link against. Actually I don’t really understand why someone specify it from source code, normally I will specify what libs to link from build system like cmake or msbuild project. I believe there are reasons behind this ( I just found about Auto-linking).

Kelinci kecil mengintip di tengah bulan purnama

from clannad ending

Aku punya teman
Dia sangat baik dan lucu
Senyumnya selalu berhasil membawa kedamaian dan kebahagiaan
Bukan cuma untukku, tapi semua yang memandangnya

Kamu juga bisa memandangnya
Dia sering melompat-lompat kecil di tengah rumput
Tapi jangan coba mengejarnya, karena dia sangat gesit

Dia punya telinga yang panjang dan lucu
Seringkali kulihat telinga itu bergerak ke kanan dan ke kiri
Sangat menggemaskan

Temanku itu seekor kelinci
Matanya mungil, mulutnya selalu bergerak-gerak kecil
Selalu membawa wortel ke manapun ia pergi

Aku sangat kaget saat melihat bulan purnama malam ini
Rasanya aku melihat ekor kelinci di bulan
Namun tidak mungkin, aku hanya terlalu merindukannya

Lalu aku melihat wortel di tengah bulan
Dan dia melompat-lompat kecil dan mengambil wortel itu

Tidak salah lagi, itu temanku, kelinciku
Dia di tengah bulan purnama malam ini
Tersenyum padaku

Rumah, ah

Malam perjuangan telah usai
Pembenaran-pembenaran panjang yang biasa saling berdebat dan membela
Kini telah usang

Di rantau
Di seberang pulau tanah rumah
Hangat pasir putih di pinggir pantai tetap sama
Bau hujan yang jatuh ke tanah tetap sama, lembabnya, uapnya, suasananya

Namun apa gerangan yang tetap dapat disebut tanah rumah
Bila pengikatnya telah runtuh diruntuhkan harapan

Tak ada lagi sembunyi di balik kebun tebu
Memadu rindu, menyemai hangat gairah masa remaja
Tak bisa lagi mengatur waktu mengendap dalam gelap
Menjemput kelengahan situasi untuk mereguk nira manis sang kekasih

Herannya bagaimana amat bodohnya tanah rumah
Dipersembahkan pada nasib malang yang menghapuskan artinya
Menghapuskan arti rumah, arti dirinya sendiri

Sejak mulut-mulut manis para pembisik
Dan rayu-rayu dibalik kasih sayang sanak saudara
Telah diambil kekasih oleh pria tanah sebrang

Kini nira itu tak lagi manis
Begitupula rumah tak lagi terasa rumah

Bahkan saat kaki, paru dan telinga bernostalgia dengan tanah rumah
Hati tetap tak dapat melupakan bahwa ini bukan rumah
Saat mata melihat sanak saudara dan kawan
Masih terasa benci dendam akan kegagalan mereka mempertahankan rumah