Arti salam yang dulu sering saya ucapkan

Saat masih menjadi mahasiswa S1 saya aktif di suatu lembaga mahasiswa yang bergerak di bidang penalaran, tempat berkumpul mahasiswa-mahasiswa lapar akan wacana dan aktualisasi diri. Saya sangat bersyukur lembaga ini tidak memiliki tujuan yang secara eksplisit “jelas”, sehingga kegiatan apapun dapat dilakukan asal tidak dianggap menyimpang dari semangat dasar (walaupun pada akhirnya dapat menyipmang tatanan dasar norma umum). Namun pada umumnya kami hanya berkumpul dan mengobrol atau bahasa kerennya berdiskusi.

Satu hal yang menarik dalam organisasi tersebut memiliki ucapan salam yang selalu digunakan untuk memulai berbagai acara, kami menyebutnya salam penalaran. Bagaimana cara menggunakan salam itu? Sangat mudah! Pastikan anda mengacungkan jari telunjuk kiri bersamaan dengan mengucapkan (apalagi kalau bukan) “Salam Penalaran” dengan penuh semangat. Baca lebih lanjut

Tanda Cinta

Hari ini aku terbangun demi menemukan tanda-tanda cinta ada di mana-mana. Biasanya yang seperti ini tidak selalu dapat kulihat, akan sangat luar biasa bila kebahagiaan ini dapat kusaksikan setiap hari.
Kuregangkan jari-jari kaki sambil memijak dan merasakan hangatnya tanah pagi hari. Tanah pagi ini lembab dan hangat, terasa ramah tak kalah dengan senyum sapa mentari.
Kukepalkan telapak tangan lalu kubuka lebar-lebar, sekalian kutangkap kuat-kuat udara pagi ke dalam paru-paru. Saat seperti ini memang ajaib, wajahku menghadap hangat-hangat matahari muda di ujung timur.
Terlihat banyak cinta dari burung-burung kecil yang berterbangan, dari angin yang semilir menguapkan bulir embun di ujung-ujung daun, dan dari janji hati pada hari.

Surat Untuk Malam

Dear Malam,

Gerimis tiga hari yang lalu mengingatkanku pada 60 hari yang kita lalui, memoriku terpancing oleh wangi melati dari rumah yang sama yang kita lewati malam itu. Saat itu kamu menciumnya lebih dulu dan memaksaku untuk menghirup dalam-dalam udara dingin malam, “wangi kan!” Katamu ceria melihatku tersenyum saat menghirup nafas panjang-panjang. Tahukah kamu saat itu aku memang mencium wangi melati, namun aku tersenyum karena saat itu telah kau pasang penanda dalam perjalanan waktuku. Saat itu terjadilah asosiasi antara waktu dan aroma, asosiasi antara wangi melati dengan keceriaanmu. Seperti saat aku tiba-tiba merindukan kakekku bila mencium aroma manis rokok kretek, itulah yang akan terjadi dengan wangi melati.

Benarkan? Tentu kamu ingat waktu itu, kuharap kamu tersenyum saat ini.

Kalau dihitung-hitung dan diingat-ingat memang kamu yang paling berhasil menancapkan kesan paling mendalam pada rentang waktu yang singkat. Coba tebak apalagi yang membuatku tiba-tiba mengingatmu? (Tebak dulu, jangan lanjutkan membaca !)

Sebelum aku memutuskan datang ke kotamu, pernah kuceritakan padamu tentang kesibukanku yang benar-benar bikin gila. Memang hampir saja gila bila tidak mendengar suaramu tiap malam walaupun jauh dari seberang sana.

Aku bersamamu selalu di sampingmu
Untuk menjadi teman hidup dalam sempurna cinta kita
Kau getarkan hatiku saat bait itu kau nyanyikan, merdu, sendu dan syahdu. Pasti kamu ingat saat selesai kau nyanyikan lagu itu aku diam cukup lama dan kau mengulangnya lagi. Rasanya kamu seperti seorang putri yang sedang merapal mantra agar sang kekash yang ada di medan perang selalu kuat dan tabah. Benar-benar saat itu terasa belaianmu, usapan jari-jari lentikmu menghapus tetes air mata di pipiku. Aku melesap pada waktu, aku menyesap suaramu perlahan hingga kelopak mata tak mampu menahan titik air mata.

Kamu masih di situ kan, masih bersamaku lewat surat ini ? Masih separuh dari cerita genap yang ingin kusampaikan padamu kali ini.

Tentu kini kondisi kita sudah jauh berbeda, kamu semakin jauh dariku dan hidup tak lagi sesederhana dulu. Pernahkah kamu memikirkan hal yang cukup lucu kalau dipikir-pikir, jalan-jalan yang kulalui setiap hari adalah jalan-jalan yang dulu kau lalui. Namun tentu saja jalan yang kau lalui sekarang bukan jalan yang sama dengan jalanku, kamu sudah lebih jauh lagi.

Namun sama seperti aroma manis rokok kretek yang mengingatkan pada kakekku dan wangi melati yang menghadirkan senyummu, lantunan lagu itu (belakangan aku tahu judulnya Sempurnalah Cinta) berhasil menghadirkan dirimu pada pangkal imajiku.

Tidur nyenyak malam, semoga kita dapat bertemu lagi dan merajut 60 hari indah yang lain

Kasihmu,
Hujan

Yuk Membaca Kondisi Negara

Hasil pembacaan saya terlihat bahwa media-media saat ini bukannya menyerang presiden tetapi lebih kepada menyerang partai politik pendukung dan khususnya pada ketua umum PDIP. Yang menarik adalah media yang biasa mendukung pada masa kampanye dan awal pemerintahan malah gencar menyerang presiden dan berusaha menggiring opini bahwa masalah ini disebabkan dari tekanan yang diberikan oleh partai politik pendukung atau titipan ibu suri.

Pada saat masa-masa kampanye dahulu terungkap bahwa terdapat 3 pendukung presiden yaitu partai politik, kalangan pengusaha yang kerap disebut chinese connection dan rakyat. Namun sebelum presiden belum didukung oleh partai politik, hanya rakyat dan media-media yang loyal mendukung. Bila dilihat dari pola ini dapat disimpulkan bahwa biaya politik lewat media bukan dari partai politik pendukung namun dari rakyat atau kalangan pendukung non partai seperti pengusaha.

Karena itu menjadi sah pula bila saya menyimpulkan bahwa saat ini terjadi perebutan kekuasaan atas presiden, yaitu antara rakyat, kelompok pengusaha dan partai politik pendukung. Saat ini kelompok pengusaha sedang membentuk opini masyarakat untuk mendelegitimasi partai politik pendukung presiden lewat media, sedangkan rakyat dibingungkan oleh kasus-kasus yang nampak jelas hanya sebagian dari puncak gunung es dari kejadian yang saat ini terjadi.
Baca lebih lanjut

Read C++ name mangling

Ever wondering what’s the meaning of xyz@?$abc@V?$def@H@@PAX@@ when getting linking error? Not again, because now you can read it easily only by finishing this!

First, what is it?
Compiler need to pass information to linker so linker able to link object code correctly, but linker and compiler have to talk with one language. That’s how this C++ name mangling invented, bad news is there is no standard of this name mangling (Right! Microsoft has its own mangling scheme). What we know about visual C++ name mangling is only based on reverse engineer because Microsoft doesn’t release any documentation about it.

How to read it ? Baca lebih lanjut