Tahu sedikit dari banyak atau tahu banyak dari sedikit

Tahu sedikit dari banyak atau tahu banyak dari sedikit

Mana yang lebih baik?

Saat membicarakan hal ini tentunya tidak bisa menyatakan suatu ukuran dari pengetahuan seseorang. Sebanyak apapun seseorang untuk berpikir, belajar, membaca maupun sekolah hampir tidak mungkin dapat menjadikan seseorang mengetahui banyak hal dari suatu bidang ilmu.
Kenapa saya menuliskan pendapat seperti ini? Kita kembali dahulu ke kaidah banyak dan sedikit. Suatu hal dikatakan banyak bila memiliki sifat yang dibandingkan lebih daripada suatu hal yang memiliki satu sifat yang sama (layak dibandingkan secara akal sehat). Dan suatu hal dapat dikatakan sedikit bila saat diperbandingkan ternyata memiliki sifat yang diperbandingkan kurang dari pembandingnya.
Jika menengok tentang uraian ngawur diparagraf sebelumnya, jelas bahwa suatu hal dapat disimpulkan sebagai banyak atau sedikit jika memang sudah ada pembandingnya. Apakah bisa kita membandingkan individu A dan B lalu menyimpulkan bahwa A lebih tahu banyak dari pada B? Saat pertama memikirkan hal ini, saya terbentur pada suatu hal yang cukup sulit untuk saya dapatkan sendiri (belum sempat tanya nih (^-^) ) yaitu bagaimana cara untuk mengukur suatu hal yang imateril?. Bener ya pengetahuan itu imateri?
Ok kalau ngobrolin seperti ini lebih kita fokus aja ya. Dari pada mempermasalahkan pengetahuan itu materi atau bukan, lebih baik kita bicarakan bagaimana mengukur pengetahuan dari apa yang bisa kita (saya) bayangkan sekarang.
Seperti diungkap diatas bahwa pemikiran adalah suatu hal yang didapatkan dari berbagai sumber dan setiap sumber itu sangat luas juga percabangannya. Dengan buku dapat terjembatani suatu hasil pemikiran ke pembaca. Proses dialektika di kehidupan sosial pun mendapatkan peran penting dalam pengembangan pengetahuan suatu individu. Karena dinamika dari berbagai hal inilah maka akan timbul berbagai pengetahuan yang endemik didalam diri seseorang maupun beberapa orang yang mengalami suatu hal yang sama.
Permasalahannya disini adalah bagaimana kita membandingkan pengetahuan setiap orang dengan baik? Saat ini yang umum dilakukan untuk mengukur pengetahuan seseorang adalah menggunakan test-test yang “terstandarisasi”. Apa benar standarisasi adalah suatu hal yang benar untuk melakukan suatu pengukuran pengetahuan seseorang? Sedangkan dapat dengan jelas terlihat bahwa berbagai pertanyaan dan metode penilaian yang dibuat dalam suatu standar tidak akan mampu untuk menguras seluruh pengetahuan dari suatu individu. Apalagi bila dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa suatu pengetahuan endemik dari suatu individu adalah suatu hal yang terkadang menjadi suatu hal yang signifikan bagi suatu individu.
Tulisan ini memang kurang sistematis dan tidak berhasil memberi jawaban. Maka dari itu mari berdiskusi tentang hal ini.
Bagaimana mengukur pengetahuan?

2 thoughts on “Tahu sedikit dari banyak atau tahu banyak dari sedikit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s