Berlalu

wetmirror

Pas kemarin Rin jalan ke kamar mandi, dia menemukan rasa bersalah berkumpul di batok kepalanya. Sudah dicoba dibasuh dengan air, tapi tetap belum hilang juga. Sekali dicoba, dua kali, tiga kali sampai ke empat kali masih belum juga hilang.

Ok harus tenang, harus dengan kepala dingin. Rin mencoba menenangkan diri, ditatap tajam cermin lebar di depannya. Berusaha mengenali refleksi tubuhnya, ditelusuri mulai dari ujung rambut, turun ke dahi di mana semua rasa bersalah itu berkumpul, berlanjut ke mata di mana ada suatu kekosongan terlihat di sana. Kini pandangan Rin berhenti di ujung hidung runcingnya, berusaha menemukan sedikit petunjuk tetapi tak ada apa-apa di sana.

Continue reading

Advertisements