Sore Padi

“Senyum dong,” Padi disapa oleh seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya. Dia tersenyum, Padi bingung tapi ikut tersenyum.

“I iya hai, siapa ya?” Kata padi sambil sedikit tergagap.

“Halo kenalin namaku Nadya. Udah tiga hari ini aku keliling Jogja nyari kamu.”

“Aku Padi, salam kenal. Kenapa nyari-nyari?”

“Santailah pad, aku cuma pengen ketemu aja kok.”

Sampai di situ Padi mulai berusaha mengingat-ingat apakah dia pernah bertemu perempuan di depannya ini. Tidak mungkin pikirnya, Nadya ini cantik gak mungkin dia melupakannya walau bertemu hanya sekali. Atau mungkin tiga atau empat hari yang lalu dia melakukan sesuatu yang istimewa, semingguan ini dia cuma ngendon di kedai kopi Bismillah.

“Gini, kemarin Pak Bisri ngasih saran untuk nemuin kamu. Tahu Pak Bisri kan? Yang rambutnya putih, orang yang jaga villa di Batu.” Nadya sepertinya tahu Padi sedang mempertanyakan kehadirannya.

“Jadi ceritanya aku pengen kamu nikahin aku. Bulan depan.”

“Ha?” Cuma sebatas ini kualitas seorang Padi dalam menghadapi kondisi seperti ini. Continue reading

Benih

Kamu itu adalah benih yang jatuh dari pohon di musim panas tahun lalu
Tertimbun daun yang gugur dan terlindungi lapisan salju bulan Desember
Hingga mekar berbunga di musim semi tahun ini

Surat Untuk Malam

Dear Malam,

Gerimis tiga hari yang lalu mengingatkanku pada 60 hari yang kita lalui, memoriku terpancing oleh wangi melati dari rumah yang sama yang kita lewati malam itu. Saat itu kamu menciumnya lebih dulu dan memaksaku untuk menghirup dalam-dalam udara dingin malam, “wangi kan!” Katamu ceria melihatku tersenyum saat menghirup nafas panjang-panjang. Tahukah kamu saat itu aku memang mencium wangi melati, namun aku tersenyum karena saat itu telah kau pasang penanda dalam perjalanan waktuku. Saat itu terjadilah asosiasi antara waktu dan aroma, asosiasi antara wangi melati dengan keceriaanmu. Seperti saat aku tiba-tiba merindukan kakekku bila mencium aroma manis rokok kretek, itulah yang akan terjadi dengan wangi melati.

Benarkan? Tentu kamu ingat waktu itu, kuharap kamu tersenyum saat ini.

Kalau dihitung-hitung dan diingat-ingat memang kamu yang paling berhasil menancapkan kesan paling mendalam pada rentang waktu yang singkat. Coba tebak apalagi yang membuatku tiba-tiba mengingatmu? (Tebak dulu, jangan lanjutkan membaca !)

Sebelum aku memutuskan datang ke kotamu, pernah kuceritakan padamu tentang kesibukanku yang benar-benar bikin gila. Memang hampir saja gila bila tidak mendengar suaramu tiap malam walaupun jauh dari seberang sana.

Aku bersamamu selalu di sampingmu
Untuk menjadi teman hidup dalam sempurna cinta kita
Kau getarkan hatiku saat bait itu kau nyanyikan, merdu, sendu dan syahdu. Pasti kamu ingat saat selesai kau nyanyikan lagu itu aku diam cukup lama dan kau mengulangnya lagi. Rasanya kamu seperti seorang putri yang sedang merapal mantra agar sang kekash yang ada di medan perang selalu kuat dan tabah. Benar-benar saat itu terasa belaianmu, usapan jari-jari lentikmu menghapus tetes air mata di pipiku. Aku melesap pada waktu, aku menyesap suaramu perlahan hingga kelopak mata tak mampu menahan titik air mata.

Kamu masih di situ kan, masih bersamaku lewat surat ini ? Masih separuh dari cerita genap yang ingin kusampaikan padamu kali ini.

Tentu kini kondisi kita sudah jauh berbeda, kamu semakin jauh dariku dan hidup tak lagi sesederhana dulu. Pernahkah kamu memikirkan hal yang cukup lucu kalau dipikir-pikir, jalan-jalan yang kulalui setiap hari adalah jalan-jalan yang dulu kau lalui. Namun tentu saja jalan yang kau lalui sekarang bukan jalan yang sama dengan jalanku, kamu sudah lebih jauh lagi.

Namun sama seperti aroma manis rokok kretek yang mengingatkan pada kakekku dan wangi melati yang menghadirkan senyummu, lantunan lagu itu (belakangan aku tahu judulnya Sempurnalah Cinta) berhasil menghadirkan dirimu pada pangkal imajiku.

Tidur nyenyak malam, semoga kita dapat bertemu lagi dan merajut 60 hari indah yang lain

Kasihmu,
Hujan

Belum

Kami belum sempat berkenalan, bahkan belum pernah bertemu. Dia tidak pernah mengenalku, melihat wajahku, mendengar suaraku apalagi menyentuh kulitku. Akupun juga begitu, tak jauh berbeda, kutahu namanya, senyumnya, wajahnya tetapi tidak suaranya, baunya, apalagi hatinya.

Dunia kini begitu rumit setelah ditemukan satu dunia baru, dunia tak nyata, dunia maya. bagaimana bisa orang dahulu  membayangkan keadaan pada masa kini, kami laki-laki lajang jatuh cinta pada gadis yang tidak kami kenal, bukan lewat surat dari Ibu yang tersisip foto ayu anak gadis kampung sebelah, melainkan lewat jaring-jaring kusut tak kasat mata dunia maya.

Jadi kalau ditanya apakah ini tentang kisah cinta? Tentu aku bingung. Beberapa hari yang lalu kawanku bercerita tentang ilusi kecantikan, bayangan semu, duniawi, Human service belaka. Itu cukup menohok bagi kaum lelaki yang menghabiskan waktu di dunia tak nyata, seperti diriku. Continue reading

Ada berapa jenis cinta?

Kemarin saya menanyakan ke kawan-kawan ada berapa jenis cinta. Sekarang saya ingin mencoba menjawab pertanyaan ini.

Ada empat jenis cinta yang dikenal oleh orang yunani (Greek), Agape, Philia, storge dan Eros. Mari kita mengenalnya satu persatu.

Eros adalah cinta yang intim antara dua orang, contohnya cinta yang ada di antara sepasang kekasih. Cinta yang memisahkan dua kekasih dari dunia nyata, cinta yang membuat sepasang suami istri merasa berjuang bersama saat mengalami cobaan.

Storge adalah cinta yang terbentuk dari hubungan kekeluargaan, antara orang tua ke anak dan sebaliknya.

Philia atau philos adalah cinta yang terbentuk dari persahabatan atau pertemanan.

Agape adalah bentuk cinta yang begitu spesial, cinta yang menggerogoti sang pencinta. Agape adalah cinta buta atau dalam bahasa inggris bisa dibilang Unconditional Love atau Selfless Love. Dalam praktis sehari-hari kita dapat melihat agape pada manusia ke tuhan atau malah dari Tuhan ke manusia.

Kapan-kapan kita bahas satu persatu dengan lebih jelas.