Hujan di bulan april

Kontradiksi selalu berawal dari keberadaan
Yang akhirnya berbelit lincah dengan pertemuan
Bertali-temali layaknya benang kusut
Berjungkir-balik bagai ayam aduan yang dipertemukan di tengah sorakan

Seperti sore tadi saat matahari masih hangat
Saat mata-mata masih awas memunguti remah remah rejeki
Saat buruh-buruh waktu masih sibuk menanti
Lewat sela-sela dedaunan akasia dan dahlia
Rinai-rinai hujan berjatuhan membaluri jalanan
Mencipta paduan ganjil kontradiksi terik matahari dan dingin tepias air hujan

Kita adalah kontradiksi di mana si aku berada di sisi sana dan si kamu berada di sini
Saling memandang lekat namun hanya dalam pandang
Yang kisahnya akan berhenti saat jalanan telah lengang dan waktu berhenti beradu
Tak cukup berharga untuk dikejar, tak bijak pula untuk ditinggalkan

Karena pada akhirnya
Kita akan berhenti seperti hujan di bulan april

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s