Empat aku

Aku kala yang jemarinya gatal meremasi kehidupan
Merah gelisah memburui ketidakberdayaan
Gelap, hampa, tak terbatas

Aku jiwa yang tekun menjaga equilibrium kewarasan
Mengalir sejuk merengkuhi asa harapan
Hijau, dingin, mendamaikan

Aku yang tak bernama, mengobral senja, perhatian dan kasih sayang
Menguari aroma cempaka wardana
Wangi, hangat layaknya pertemuan

Aku janji yang tak berarti
Menutupi setiap bohong dari matahari
Redup, pilu dan sendu

Kami hanyalah bagian kecil dari mimpimu

Advertisements

2 thoughts on “Empat aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s