Refleksi hangat malam hari

IMG_20170910_220711_234

Di samping remang lampu, bayangan pena ini menari-nari mengikuti lantunan kidung malam. Membelai tipis dari kejauhan wangi minyak kayu putih yang menguap hangat dari tungku aroma terapi di ujung ruangan. Malam ini telah terkondisikan semua indra untuk merasakan hangat. Secangkir teh hijau hangat dan selimut tebal tak ketinggalan.

Pelan-pelan kubenamkan pikiran, kujauhkan dari segala hiruk-pikuk keseharian. Kuhempas keras pikiranku untuk terbang tinggi bersama jiwa, hingga dapat melihat dunia lebih luas. Jauh terbebas dari dunia kecil yang tercipta oleh keseharian.

Dari atas sini semuanya terasa luas, tak terbatas dan seakan membebaskan. Dari sisi lain di kejauhan terlihat dunia yang kuciptakan kecil sekali. Kehidupan yang membuatku berlari, berputar, jungkir balik dan menguras emosi. Seakan besok dunia akan runtuh bila aku berhenti mengikutinya, namun ternyata semua itu hanyalah setitik kecil saja.
Tak akan berhenti dunia ini bila pada akhirnya aku melepaskan diri.

Sejenak kutantang silaunya lampu kuning temaram itu, sambil menghirup dalam-dalam aroma hangat kayu putih. Kubayangkan diriku duduk di samping tenda kuning di kaki gunung arjuna, memandangi langit malam cerah yang biru pekat. Menghitungi bintang yang rata menyebar seluas mata memandang.

Dulu aku selalu tak damai dengan alam, setiap pagi puncak Gunung Semeru yang nampak tipis di garis horizon menjadi sasaran cacianku, kekagumanku dan pernah juga pertanyaanku. Bahkan burung kecil yang selalu lewat saat aku sikat gigi pun tak lolos dari erangan ketidakpuasanku.

Kini tak pernah lagi kulakukan, bahkan untuk memaki refleksi diri sendiri di cermin pun aku tak sempat. Yang kulakukan hanyalah, berlari, tidur dan kembali berlari keesokan harinya. Tak ada puisi lagi untuk puncak gunung, kabut malam atau konyolnya kucing yang berkejaran dan berkelahi di atap rumah.

Esok pagi semoga masih kuingat bayang-bayang tenda kuning dan langit malam ini. Akan kumasukan pula suara gelak sungai deras di kejauhan, suara jangkrik dan nyamuk, dan suara tawa burung hatu di dahan pohon sebelah sana. Akan kubuat suara itu menjadi lakon dan latar kehidupan kecilku dan menjalaninya sebagai tarian.

2 thoughts on “Refleksi hangat malam hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s