Senyum

Masih ingat gadis yang kuceritakan beberapa waktu lalu? Iya dia yang menghabiskan waktu untuk tersenyum lebar.

Malam ini akan kusisihkan waktu untuk mengingat-ingat siapakah namanya dan mendalami tentang senyumnya.

Kalau tak salah kusebut dia rani, nama itu sederhana sekali. Singkat, terasa lokal dan cukup manis tidak berlebihan. Tepat seperti senyumnya yang biasa aku perhatikan, lebar, tanpa ragu dan jujur.

Iya, ada kejujuran saat senyum itu mengembang. Membawa kebahagiaan yang memancar sejauh radius senyum itu dapat terlihat.

Tapi aku ingin mendalami senyumnya malam ini, bukan cuma mengingat dan mabuk akan memori potongan-potongan senyuman itu.

Apa alasan dia tersenyum, apakah ada yang lucu? Hmm tidak juga rasanya. Apa harinya bahagia? Mana mungkin dia berbahagia setiap hari, manusia tetaplah manusia.

Jangan-jangan dia hanya bersandiwara dengan senyumnya! Ah rasanya terlalu jujur dan hangat senyuman itu.

Atau akan kutanya saja lain kali, mungkin besok, lusa, atau suata saat kami bisa bertemu, berbincang dan berbagi dunia.

Baiklah malam ini aku akan menyerah, memabukan diri dengan potongan memori senyumannya.  Masih teringat wangi rambutnya ketika kami berjalan berdampingan,  juga senyuman lebar yang terbit tanpa perlu alasan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s