Apa enaknya sate kalau seperti ini

Beberapa hari ini cuaca benar-benar tidak menentu, banyak orang yang pada sakit. Papa minggu lalu flu, sampai sekarang pileknya pun belum sembuh. Mama, Kakak sampai mbak Jum pun bergantian sakitnya. Tentunya aku juga gak terkecuali.
Ceritanya kemarin malam aku nonton tivi bareng Mama, Papa, kakak sampai jam 10 malam, karena besoknya hari minggu. Malam itu tivi nya seru, kita bareng-bareng nonton acara komedi yang lucu sekali. Kami sekeluarga paling suka acara itu dan kadang-kadang sampai lupa waktu. Kayak kemarin tidurnya sampai jam sepuluh malam, padahal biasanya jam 8 saja sudah disuruh tidur sama mama.
Paginya pas bangun tidur tiba-tiba kepalaku pusing, jalan dari tempat tidur rasanya kayak jalan di kapal laut. Kayak nggak imbang gitu, juga kepala rasanya kayak digoyang-goyang. Aku langsung nyari Mama sambil nangis, waktu itu mama sedang memasak di dapur.
“Kamu kenapa Dek?”

“Kepala adek sakit ma, jalannya hiung hiung.” Jawabku sambil menangis.
“Coba sini mama pegang.” Mama memelukku sambil memegang leher dan dahiku.
“Adek panas badannya, yuk ke kamar lagi, nanti mama bikinkan bubur.” Kata mama sambil menggendongku balik ke kasur.
Pagi itu aku nggak mandi, tapi cuma washlap terus dikompres pakai air dingin. Washlap itu Mama membasuh badanku pakai handuk kecil basah, enak gak perlu mandi. Setelah itu aku makan bubur terus minum obat bodreksin rasa jeruk, terus tidur lagi sampai siang.
Sakit memang nggak enak banget, padahal hari minggu itu paling enak kalau main bareng temen-temen. Soleh udah ngajakin dari kemarin untuk nyari udang di kali, Siti juga malah ngajakin dari jauh-jauh hari untuk nyari biji buah sawo untuk mainan. Tapi aku malah sakit, cuma bisa denger Papa ngasih tahu temen-temen kalau aku lagi sakit.
“Raan, ayok main yoook. Nyari kecik sawo.”
“Anaknya lagi sakit sit, lain kali aja ya.” Papa membuka pintu untuk memberitahu Siti kalau aku gak bisa diajak main.
Coba aku nggak sakit, huft. Sebagai gantinya Papa ngajakin aku sama kakak untuk ke pasar, ternyata sebenarnya aku di ajakin ke puskesmas. Pas di Puskesmas aku sudah takut sekali kalau nanti di suntik, tapi Alhamdulillah cuma dikasih obat aja sama Pak Mantri Bejo.
Baliknya dari puskesmas papa tanya.
“Dek kamu mau makan apa?”
“Yang enak apa ya kak?” Tanyaku ke kakakku.
“Sate aja Ran enak!” Kata kakak bersemangat.
“Ya udah sate ayam aja Pa, Sate Cak Beni ya.”
Papa buru-buru beli sate untuk dibungkus karena aku juga masih sakit, masih pusing sekali dan badan rasanya aneh. Pas sampai rumah nggak terasa sakit karena saking semangatnya untuk makan sate. Mama sudah nyiapin piring sama nasinya, aku di kasih mama 10 tusuk. Jatahku yang paling banyak, biar cepet sembuh kata mama.
Pas mulai makan, aku langsung nangis. Satenya nggak enak, rasanya pahit.
Aku sedih kenapa Papa beliin sate pas sakit aja, padahal rasanya jadi pahit.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s