Kopi, kita bukan kawan lagi

Kopi bukanlah minuman yang asing buat saya, bahkan saya sempat menulis aku suka kopiyang membahas tentang minuman bewarna hitam pekat ini.
Walaupun belum sempat merasakan macam-macam kopi dari berbagai daerah di Indonesia, minimal saya bisa membedakan antara Robusta dan Arabika dari aroma dan rasanya.

Namun beberapa bulan ini saya memang mengurangi konsumsi kopi sampai ke titik nol. Karena pertimbangan untuk menghindari ketergantungan kafein, mumpung belum kejadian.

Sepertinya usaha ini benar-benar berhasil, hal ini dibuktikan dengan kejadian semalam. Karena alasan tertentu saya ingin tidur agak malam, karena sangat mengantuk saya putuskan minum kopi.
Benar saja keputusan untuk meminum kopi sangat efektif, saya bisa melek sampai jam 1 pagi. Namun pada saat pagi hari jantung rasanya berdetak kencang, kepala sedikit terasa melayang dan badan tidak nyaman. Rasanya tidur semalam tidak tenang, seperti terbangun dari mimpi buruk.

Ok kopi, sekarang saya musuhan dulu sama kamu

2 thoughts on “Kopi, kita bukan kawan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s