Berseberang Pandang

Rinai malam berdiri rapi menjejak lantai berbatu
Berseberang pandang dengan pohon kayu putih
Menguarkan rindu tak berbalas
Tak tuntas

Berdiri agak condong kedepan
Berusaha mendekat walau hanya selipat kusut baju tak bersetrika
‘aku melihatmu dari sini walau tak memandangmu’

Rinai malam berjalan pelan menyusuri jalan berlubang dan berbatu
Menjauh tak searah dengan bunga-bunga kayu putih
Bunga itu merah, indah dan semerbak meruapkan mantera romansa

‘Wahai karang yang membatu dan tak tertembus
Tetaplah di depanku’

Rinai malam, diam menggigili waktu
Tergoyang angin mendambakan kelegaan
Memeluki waktu tanpa mendekapnya
Menciumi masa tanpa mendekatinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s