Yuk Membaca Kondisi Negara

Hasil pembacaan saya terlihat bahwa media-media saat ini bukannya menyerang presiden tetapi lebih kepada menyerang partai politik pendukung dan khususnya pada ketua umum PDIP. Yang menarik adalah media yang biasa mendukung pada masa kampanye dan awal pemerintahan malah gencar menyerang presiden dan berusaha menggiring opini bahwa masalah ini disebabkan dari tekanan yang diberikan oleh partai politik pendukung atau titipan ibu suri.

Pada saat masa-masa kampanye dahulu terungkap bahwa terdapat 3 pendukung presiden yaitu partai politik, kalangan pengusaha yang kerap disebut chinese connection dan rakyat. Namun sebelum presiden belum didukung oleh partai politik, hanya rakyat dan media-media yang loyal mendukung. Bila dilihat dari pola ini dapat disimpulkan bahwa biaya politik lewat media bukan dari partai politik pendukung namun dari rakyat atau kalangan pendukung non partai seperti pengusaha.

Karena itu menjadi sah pula bila saya menyimpulkan bahwa saat ini terjadi perebutan kekuasaan atas presiden, yaitu antara rakyat, kelompok pengusaha dan partai politik pendukung. Saat ini kelompok pengusaha sedang membentuk opini masyarakat untuk mendelegitimasi partai politik pendukung presiden lewat media, sedangkan rakyat dibingungkan oleh kasus-kasus yang nampak jelas hanya sebagian dari puncak gunung es dari kejadian yang saat ini terjadi.

Lalu apa saja yang diperebutkan ?
Mungkin yang tahu kebenaran hanya presiden dan tuhan yang maha esa, namun saya menolak anggapan bahwa jokowi hanyalah orang bersih yang terjebak dalam pusaran konflik kekuasaan, karena Jokowi adalah politikus aktif yang pastinya memiliki hasrat.

Menjadi menarik ketika mengingat bahwa akan ada pemilihan ketua umum PDIP di tahun ini. Rasanya ibu suri sudah malu maju lagi dan Puan belum pantas menjadi penerusnya walaupun sepertinya hanya dia trah Soekarno yang gemilang saat ini. Maka tinggal menunggu Jokowi dicitrakan oleh media atau paling tidak menunggu pertarungan antara “orangnya” Jokowi atau atau “orangnya” status quo.

Namun jangan secara sempit membaca kondisi sekarang ini hanya untuk memperebutkan kursi PDIP I, lebih luas adalah siapa yang leluasa mengeruk buah kekuasaan bersama presiden.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s