Rindu

Jalan ini masih sama
Lempung berbatu, debu
Dan wangi daun lapuk dikebun belakang rumah

Bagaimana rindu tidak menggelayut
Bila di tanah ini –
kerasnya batu masih terasa diluka masa kecil –
buah mahoni seberang kali masih jadi pembanding pahit hidup

Sawah-sawah masih berjejer
Dilatari gunung dan senja yang turun
Senja yang turun
Surau-surau masih saja beradu bersahut adzan

Bagaimana tak rindu

#Kamisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s