Uranusku yang pemalu

Kutangkap sinar uranus yang mengerlingkan sinarnya jauh dari langit sebelah barat. Uranus memang pemalu, sinarnya selalu bersembunyi dari tatapanku. Kadang ia bersembunyi dibalik mendung, terkadang juga dia menyisipkan diri Pisces dan Cetus.

Tapi kali ini uranus sedikir berbeda dari biasanya, dia tidak lagi bersembunyi dibalik mendung atau malu diantara rasi-rasi bintang. Uranus kini mengintip dari langit malam yang dipenuhi polusi cahaya kota. Inilah kenapa aku terkadang sebal tinggal ditengah kota, aku sulit untuk melihat dengan jelas benda-benda antariksa yang serba ajaib.

Sebenarnya bisa aku merangsek jauh menuju pinggiran daerah yang lebih rendah polusi cahayanya, atau dapat pula aku menunggu waktu kian malam sembari menunggu polusi mereda. Tetapi aku ingin saat ini memandang sinar uranus yang kian lama kian pemalu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s