Menjalani kalah

semangat bunga smile senyum matahari

Semangat

Malam ini aroma dupa-dupa yang ku bakar tidak mendekatiku sama sekali. Wanginya hanya tersamar dari hidungku, terkadang membelai-belai tipis, terkadang pergi sama sekali. Persis seperti selendang kabut malam di gunung-gunung yang pernah kudaki, bedanya asap dupa ini memberi kehangatan di relung dada.

Kini malam benar-benar dingin, sehingga belaian aroma dupa ini benar-benar menyiksa. Disaat kehangatan yang aku butuhkan, malah rasa-rasa mengantung yang terasa. Memang sensasinya berbeda, terasa lebih lembut dan indah, namun menyiksa.

Pada saat-saat seperti ini aku mulai mengutuki kerelaan terhadap keputusan-keputusan untuk mengalah yang pernah kubuat. Yah aku sering mengalah. Tak jarang aku mengalah, bukan karena aku tidak mampu memperjuangkan kemenangan, tetapi karena ketidak mampuan melihat orang lain tersakiti oleh kekalahan atau kemenanganku.

Mengalah sangat mudah diwujudkan dengan kata “OK”, “Baiklah”, “Terserah”. Tetapi percayalah ini sangat sulit untuk diputuskan dan semakin sulit untuk dijalani.

Memutuskan untuk mengalah berarti harus menghancurkan berbagai hasrat alamiah manusia yang kita miliki. Kita harus meremukan impian, menimbun rasa ingin, mengerangkeng hasrat mencintai hingga membunuh kebutuhan akan kemenangan. Ketidak mampuan untuk melakukan hal-hal itu akan membuat kata mengalah menjadi sesuati yang tidak mungkin di dapat.

Bukan kata mengalah yang menarik untuk dibahas. Proses untuk mendapatkan kata itulah yang sulit. Tak kurang aku mengira-ngira bahwa setiap tuhan dari berbagai agama menjadi pelarian dari umatnya yang meminta petunjuk akan keputusan untuk mengalah atau tidak. Coba kamu Tanya tuhanmu masin-masing, -sudah pasti bila kamu sensitive – kamu akan mendapat jawaban seperti itu.

Namun sebuah keputusan sesuci apapun harus dijalani akibat baik maupun buruknya. Inilah yang membuatku mengutuki keputusan untuk mengalah. Beberapa kali mengalah membuatku sadar bahwa ilmu ikhlas itu sulit didapat dan dikuasai. Sesuci apapun alasan yang kamu lakukan sehingga mengalah adalah jalan yang dipilih, tetap saja itu menjadi pilihan yang berat untuk dijalani.

Dupa sudah menjadi objek tulisanku paling setia sejak perjalanan indahku bersama seorang bidadari surga.Sekali terbakar dupa tak akan utuh lagi, tak perlu disesali karena hadirnya telah memberi arti. Walau ikhlas berat untuk direngkuh tetapi yakinlah keputusanmu telah memberi arti dan patut dihargai.

Suatu saat kamu akan memperoleh kemenangan yang indahnya berkali-kali

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s