Pertarungan Adab

peradaban jaman aztec ya ini?

Kata peradaban sering dirujuk banyak orang sebagai salah satu kemajuan pada proses modernsasi dunia. Makin maju proses modernisasi suatu bangsa atau negara maka akan dianggap makin tinggi peradaban suatu kelompok itu.
Peradaban sebenarnya sering juga dipakai untuk menunjukan suatu kelompok masyarakat. Seperti juga orang-orang berbahasa inggris yang menyebut peradaban sebagai civilization. Maka terlihat lekatnya peradaban dengan adab.
Saat membicarakan adab maka akan terbayang suatu bentuk tatanan kemanusian dalam masyarakat. Saat seseorang membunuh manusia lain maka akan disebut tidak beradab. Saat seseorang telanjang di muka umum maka disebut tidak beradab. Bahkan saat menjulurkan lidah pun anda dapat dengan mudah mendapat cap itu.
Adab disuatu daerah ada yang sangat detail, rumit dan sangat membatasi. Apa lagi kalau anda hidup di lingkungan sosial yang diselimuti hawa religius yang kental seperti di Indonesia. Untuk melakukan banyak hal adab orang Indonesia menggunakan tangan kanan, menyianyiakan kemampuan tangan kiri. Dan saya yakin 98% orang Indonesia tidak dapat menggunakan tangan kirinya sebaik tangan kanan.
Kerumitan Adab ini mulai melanglang aspek-aspek kehidupan. Rasanya memang orang-orang itu maunya macam-macam, bahkan untuk kawin pun harus ruwet, mulai dari lamaran-nikah-resepsi baru orang itu bisa memenuhi kebutuhan dasar kemanusiaannya.
Untung saja saat ini trennya lebih membahagiakan. Dengan bantuan media, mulai kawan-kawan di media massa konvensional hingga layanan media berbasis Internet tentunya. Masyarakat kita mulai mengenal berbagai suku budaya. Sehingga kita mulai dapat menciptakan toleransi-toleransi universal yang melonggarkan adab kita.
Toleransi-toleransi universal mampu menciptakan kelonggaran belenggu adab lama yang mencekik manusia. Kita sudah dapat memaklumi wanita yang berbaju minim di film-film maupun yang ada di foto-foto. Sehingga kini kita sudah bisa menerima sebagai bagian dari peradaban kita. Yang lebih luar biasa membahagiakan adalah kini kita mulai bersiap untuk menerima anak-anak muda ciuman di tempat-tempat umum layaknya di taman-taman kota paris.
Semua berita bahagia ini menunjukan bahwa bangsa negara kita bukanlah bangsa yang minder di dunia Internasional. Kita mulai mengikuti kemajuan peradaban bangsa-bangsa maju di dunia. Diharapkan dengan majunya peradaban kita di aspek sosial kemasyarakatan akan diikuti oleh kemajuan diaspek yang lain.
Kawan-kawan saya di Fordi Mapelar pasti tahu banyak tentang struktur masyarakat, apalagi perihal adab dan masyarakat. Sayangnya anda sekarang membaca tulisan orang yang gak ngerti, tetapi tidak apa-apa yang penting berguna.

2 thoughts on “Pertarungan Adab

  1. untuk mengikuti standart-standart yang notabene itu buatan manusia,
    meskipun hal itu sangat menarik pemikiran dan nafsu kita, tetap saja itu buatan manusia yang lemah dan penuh dengan salah.

    bukannya kita sudah di beri 2 hal yang sangat istimewa
    Al-Quran dan Hadist, kedua hal tersebut bukanlah pengekang dari kehidupan kita, karena toh secara real keduanya masih bisa dikaji lebih dalam dengan kreativitas.

    hanyalah kumpulan dari orang orang yang tidak kreatif lah bangsa pengikut itu ada

  2. Mulainya manusia mengadopsi kebudayaan dunia untuk menuju masyarakat tanpa egoisme negara adalah kabar baik. Tetapi ternyata sekat yang akan sulit ditembus bukanlah batas nasionalisme negara, tetapi batas garis tegas bangsa relijius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s