Ada apa dengan dahlan iskan?

dahlan iskan

Pak Dahlan

    Hayo-hayo siapa yang tidak kenal dahlan iskan? Bekas wartawan kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 yang kini menjadi Menteri Negara BUMN ini lagi terkenal loh. Bahasa gaul nya “orang ini lagi IN”.
Backgroundnya sih wartawan, tapi belakangan menjadi konglomerat media. Mulai dari media cetak hingga berbagai televisi daerah yang tergabung pada Jawa Pos group yang kini di oper ke putranya. Oh iya ada PT. Temprina, perusahaan percetakan yang konon tersebar di 40an kota. Bisnisnya pun berkembang cukup pesat, sampai-sampai dia merambah bisnis kelistrikan dengan merintis perusahaan pembangkit listrik.
Tetapi bukan tentang bisnis pak dahlan yang ingin saya diskusikan di sini. Tetapi tentang karirnya yang tiba-tiba (benar-benar) meroket (cepat-kilat) -Haha lebay sepertinya ya-. Perjalanan panjang nan kilat ini dimulai saat (tiba-tiba) publik cukup dikagetkan penunjukan Pak dahlan sebagai Dirut PLN. Beberapa saat saja menukangi PLN kini langsung meloncat menjadi Menteri. Cepatnya Pak menteri ini larinya.
Popularitas pak dahlan mulai menanjak saat pak dahlan sakit hati (bukan karena putus cinta ya) lalu melakukan operasi cangkok hati di tiongkok. Setiap minggu saat proses pengobatan Pak dahlan menulis sebuah rubrik -yang akhirnya populer- di jawa pos, kerennya catatan-catatannya itu akhirnya selalu nongol di halaman utama jawa pos. walaupun menjadi bos tetapi yang namanya wartawan tetap saja wartawan, tulisannya yang enteng dan renyah benar-benar menarik -termasuk saya- untuk mengikuti tulisan itu. Sampai akhirnya Pak dahlan menulis buku Ganti Hati yang berisi catatan-catatannya. Berawal dari rubrik catatan transplantasi hati, Pak dahlan mulai rajin menulis catatan pribadinya saat menjadi Dirut PLN maupun saat ini sebagai menteri.
Polemik tentang Pak dahlan bermula saat ditunjuk sebagai Dirut PLN. Entah apa pertimbangannya kok bisa menunjuk Pak dahlan, apakah murni keputusan bisnis atau ada kepentingan politis di sini? Karena bila kita melihat pada latar belakangnya tidak ada hubungannya dengan listrik-listrik kecuali bisnis barunya di bidang pembangkit tenaga listrik. Oh ya, perlu diketahui bahwa pemerintah menunjuk Dirut baru dengan alasan listrik sering mati di Jakarta selama September-Desember 2009. (jakartapost)
PLN adalah salah satu BUMN yang memiliki peran vital di negara ini sehingga sulit menerima penunjukan Pak dahlan sebagai Dirut. Padahal di dalam PLN sendiripun ada beberapa nama yang seharusnya lebih relevan sebagai penerus kepemimpinan Dirut lama. Ini pun juga yang akhirnya menjadi polemik tersendiri didalam tubuh direksi PLN (belum terkonfimasi secara ilmiah-alias gosip). Walaupun saya tidak bisa mengukur kerja Pak dahlan tetapi catatan-catatan yang rajin dia tulis di Jawa Pos cukup mendongkrak popularitasnya.
Dari akhir 2009 sampai oktober 2011 menjadi Dirut PLN, Pak dahlan ditunjuk sebagai pengganti Pak Mustafa Abu bakar yang sedang sakit. Wah ini yang bikin mengejutkan kembali publik. Tetapi sebenarnya tidak masalah kok Pak dahlan menjadi menteri, karena dia juga dipercaya rakyat lewat tulisan-tulisannya yang masih renyah dibaca.
Pak dahlan ternyata masih belum puas dalam menaikan (dinaikan) imagenya. Kemarin saya jalan-jalan belanja buku, eh aku bisa nemu 5 kurang lebih judul buku yang semua ada di tempat yang strategis untuk di lihat. Waktu browsing internet namanya di sebut-sebut. Beberapa orang melihat ini sebagai politik pencitraan. Saya sih menduga Pak dahlan ini udah di gandeng satu partai politik yang memproyeksikan dia untuk maju sebagai Cawapres atau bahkan capres di 2014, Atau bisa di tabung untuk 2018.
Pak dahlan hati-hati ya, bisa jadi bumerang loh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s