Konsep RSBI harus dipertanyakan

Aku sekarang berada di salah satu sekolah baru yang mempunyai embel-embel RSBI. Dan keputusan itu baru turun beberapa hari yang lalu. Dan saat ini sekolah ini tersibukan untuk memapankan diri sebagai sekolah RSBI menuju SBI.

Banyak sekali yang di persiapkan.  Sebagai pengamat TIK Indonesia saya tentunya akan memperhatikan hal-hal yang ada di ruang lingkup tersebut. Ada dua hal utama yang saya pertanyakan.

1. Untuk  sekolah RSBI menggunakan domain .com

Sangat aneh dan mengherankan. Begitulah yang saya rasakan bahkan saya merasa tidak percaya akan hal ini, anda boleh percaya atau tidak. Sebelumnya sekolah A (SMK Negeri di suatu kota) ini menggunakan domain .sch.id untuk websitenya.  Setelah merengkuh RSBI terdengar kabar bahwa harus menggunakan domain .com.

Sebenarnya apa sih yang ada di pikiran ditpsmk saat ini. Apa alasan mereka membuat keputusan seperti ini? Ada dua kemungkinan yang saya tangkap di sini dan keduanya amat “maaf” bodoh (menurut saya).

Pertama anggapan bahwa domain yang paling baik adalah .com. Kalau benar ini adalah suatu bukti bahwa uang yang dibayarkan pemerintah untuk membayar orang-orang di lembaga tersebut “mubadzir”. Karena hanya untuk membayar orang-orang yang bahkan perbedaan penggunaan nama domain saja tidak “mengerti”.

Kedua sekolah memang untuk dikomersialkan?????????

2. Sekolah RSBI harus menggunakan PC dan Laptop produsen tertentu

Ada apa ini sebenarnya? Hebat juga kongkalikong pihak produsen terhadap orang-orang yang bersangkutan? Apa ini hal yang normal?

Nilai tambah yang didapat RSBI adalah diberi pelatihan dan saran oleh produsen tersebut untuk dapat merakit PC dan Laptop dengan merek PC/Laptop “merk produsen” SMK terkait. Kalau menurut saya ini adalah hal yang bodoh.

Bodoh, pertama kenapa dari pihak ditpsmk harus melakukan tender yang tentunya terlalu menguntungkan produsen tersebut. Padahal dengan apa yang didapat murid SMK untuk Prodi TKJ sudah sangat cukup untuk hanya merakit PC dan Laptop. Dan juga bukan tempatnya SMK sebagai perakit pc!

Bila SMK tersebut membuat PC dan Laptop lalu siapa distributornya? lalu siapa pemasok bahan baku? Tentunya produsen tersebut lagi-lagi memperoleh untuk yang besar apa lagi merk nya juga ikut terpampang. Juga tenaga perakitannya pun akan lebih murah soalnya itu dirakit oleh siswa yang bisa dibayar seharga nasi kotak. ckck.

Kenapa sih para smk bangga kalau sekolahnya bisa memproduksi laptop/pc. La wong anak smp aja bisa rakit pc dan anak SD aja bisa diajarin rakit laptop. Dan juga kenapa mereka bangga kalau murid mereka menjadi tenaga “PERAKIT”!!!

Ada kok cara yang lebih baik untuk membanggakan SMK tersebut selain malah merendahkan siswanya. Tuntut donk murid-murid smk menjadi inovatif dan aktif dalam bidangnya. Contoh dorong mereka membuat CV, PD, bentuk enterpreuner. Beri mereka modal lalu bimbing mereka. Bukan mengajari mereka menjadi buruh rakit.

Di SMK sebenarnya ada pelajaran kewirausahaan yang sangat baik. Tetapi sayangnya masih sedikit sekolah yang melakukan langkah tersebut diatas. Kebanyakan SMK lebih suka membanggakan namanya dengan berbagai cara yang cukup aneh. ehehehe

2 thoughts on “Konsep RSBI harus dipertanyakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s