Review Puppy linux 3.0.0

Puppy 3.0

Sebenarnya sih udah lama dapat iso-nya puppy ini, jadi bisa disimpulkan kalau ini

adalah review yang basi dan penuh basa-basi. Dalam review ini akan dibahas tentang

Puppy-3.0.0-seamonkey mungkin saat ini sudah ada versi puppy yang lebih tinggi. Semoga

anda bisa menikmati review saya.

Puppy linux
|basis : LFS
|WM : JWM
|PakMan : PET
|||||||||||||||||||
|Desktop: 3/5
|Speed : 3/5
|Config : 3/5

Saya sudah memperhatikan distro lumayan lama jadi tidak kaget dengan apa yang

diberikan distro yang berawal dari Australia ini. Aku download iso-nya sekitar 90-an MB

jadi cepet juga sekitar 30 menitan, setelah beberapa hari akhirnya sempet juga review

distro mungil ini. Pertama aku booting ditawari ama tulisan hitam putih merah tentang

option-optionnya, saya sih nggak ambil pusing sama nih option jadi aku tunggu aja 5

detik (bisa juga langsung tombol enter) untuk pake option defaultnya. Proses Booting

cukup cepat di -ku sekitar 39 detik, Oh ya kompie aku Acer T310 yang keluaran 2003 (p4

non HT 2.6 mem 512MB+128MB -32MB). Dalam proses booting itu ditanyai dulu tentang

keyboard layout yang kita pakai dan Xserver apa yang ingin kita pakai (saya pilih

Xvesa), pada hitungan booting yang saya pakai adalah Dimulai dari vmlinuz diload sampai

desktop siap jadi saya kurangi 6 detik untuk saya memilih option tersebut.
BOOTING
Menurut saya Proses booting puppy terlalu lama untuk distro model seperti ini

kalah jauh dibanding dsl 1.4 (lawas) yang hanya memakan waktu 19 detik untuk

menyuguhkan fluxboxnya. Proses booting Puppy linux menyumbang nilai minus pada

penilaian saya sekali lagi saya bandingkan dengan DSL, DSL booting dengan begitu

cepatnya tanpa bertanya dengan langsung menset menggunakan keyboard layput US secara

otomatis sedangkan Puppy bertanya terlebih dahulu dengan layar putih-biru-hitam

tentunya hal ini bisa mengagetkan seorang awam dan mungkin mereka mencari tulisan “id”

untuk keyboard lay out. Setelah itu puppy bertanya kepada kita tentang xserver apa yang

akan kita gunakan, kenapa puppy harus menyediakan 2 Xserver segala kalau mereka

benar-benar berfokus pada ukuran dan resource kecil. Kalau mereka devlopernya pengen

seperti itu kenapa nggak pake Xvesa aja biar iso kecil, low memory usage dan booting

nggak ribet. Kalau developer mau menghilangkan 2 message tadi saya rasa waktu booting

bisa berkurang sampai 6 detik dan meningkatkan kenyamanan pemakaian. Toh Xorg-nya nggak

bekerja di VirtualBox.
Desktop
Dari awal desktop dimunculkan saya dihadapkan dengan resolusi 640*480 (wah ;-|)

trus hadapkan dengan tool (yang tanya) mau pake resolusi berapa. Menurut aku cara ini

bodoh banget, seharusnya pertanyaan ini dilakukan sebelum X-nya start seperti ini [X

jalan -> ditanya -> X di restart] apakah hal itu efisien kenapa tidak [ditanya -> X

jalan]. Celakanya tool itu cacat, dalam tool itu ada beberapa pilihan resolusi yangtoolres

tersedia dan lucunya ada dua pilihan 24 untuk resolusi yang sama dan tak ada penjelasan

untuk hal itu dan tombol ok itu bukan untuk menyetujui tapi hanya untuk menutup tool

itu jadi untuk melakukan perubahan harus tombol tes dulu baru ok. Menurut saya

pendekatan yang dilakukan tool ini salah kaprah, perhatikan lagi tombol “test”

seharusnya kalau ini test pasti bisa kembali lagi seperti semula kalau gagal tapi di

sini tes adalah melakukan perintah “terapkan” dan tombol ok hanya sebagai hiasan saja.
Maaf kalo dari tadi saya hanya menunjukan kejelekan distro jelek ini (he he

he). Setelah berlama-lama dengan masalah X sekarang kita bahas tampilan distro ini.

Distro ini memakai wm favorit saya JWM jadi saya beri sedikit penghargaan untuk ini.

JWM adalah wm yang ringan fleksibel dan cepat tapi sulit dibikin cantik untuk orang

yang nggak sabar. Puppy di desktop defaultnya memiliki 22 Shortcut Icon (kalau nggak

salah hitung) yang disebar dan latar belakangi kepalah puppy dan tulisan (maksudnya sih

quickguide gitu). Dengan komposisi yang seperti itu dan terlihat sangat murat-marit.

Icon di desktop sih keren tapi coba lihat di JWM menu nya aduh jadul banget, apalagi

banyak icon yang sama. Mungkin banyak yang bertanya-tanya “emangnya JWM bisa manage

desktop shortcut icon?” emang nggak bisa sih di Puppy hal itu dan sekaligus file

managerny diserahkan ke ROX-filler dan ini juga aplikasi kesukaan saya sejak jamannya

vector 5.0.
Untuk kumpulan aplikasi ada banyak aplikasi kok ada Seamonkey (kaya mozilla

gitu), gtkXine, abiword, inkscape, rxvt, gnumeric, gparted dan lain-lain. Ada lagi yang

saya keluhkan disini kenapa ada Xclipboard kalo ada glipper kenapa nggak pilih salah

satu aja, ok Xclipboard tuh enteng dan Glipper itu agak berat tapi xclipboard bikin

repot glipper nggak (pilih mana ya? Xclipboard ah). Memang sih koleksinya lengkap tapi

kurang optimal menurut saya dan apa yang ditunjukannya tidak tjotjok dengan fokus

distro ini (kenapa nggak one task one application).
Untuk berbagai plugable drive terdetek dengan baik, flashdisk aku

kedetek dengan baik. Yang menari kadalah adanya aplikasi wiki di puppy nggak ngerti sih

mau untuk ini tapi untuk yang suka nyatet2 penting juga. Aplikasi networknya lengkap

juga kalo mau samba bisa pake tool lawas linneighbourhood (betul nggak nulisnya) tapi

ada yang bilang tool ini nggak bisa ndukung semua keadaan di smb protkol jadi bisa jadi

folder share anda nggak kedetek.
Tool Konfigurasi
Puppy menyediakan toolkonfigurasi yang lengkap tapi tidak dengan UI yang baik.

Dengan tool yang banyak seperti itu model navigasinya kurang nyaman Memang benartoolserba

kebanyakan toolnya user Friendly tapi tidak nyaman untuk dipakai. Tombolnya kurang

besar hanya tombol OK dan Cancel aja yang besar lainnya kecil banget dan kurang nyaman

(mungkin bisa diganti di gtkengine-nya. Dan menurut saya ada banyak tool yang

mengulangi kesalahan tool pemilhan resolusi dengan penggunaan istilah yang salah.
Untuk paket manajer puppy menggunakan PETget dan aplikasi ini bentuknya aneh

kalo dilihat sederhana banget. Yang aneh sebelum anda jalankan PETget lewat icon di

desktop anda ditanya mau pake cara official nggak. Kenapa sih harus ditanya gituan

segala kalo emang udah nggak didukung.
Installasi
Ada berbagai pilihan pada proses installasi Puppy dan wizardnya membingungkan

developernya perlu melakukan pendekatan berbeda untuk proses installasinya agar tidak

lagi membingungkan bagi orang yang pertama menggunakannya. Saya mencoba menggunakan

metode installasi ke HD Internal dengan pilhan full dan saya tidak boot ke hd itu walau

saya sudah menjalankan tool utk membuat boot loader yang disediakan dengan baik.

Setelah itu saya melakukan installasi di media yang sama dengan option frugal dan yang

terjadi juga sama dan yang saya amati dari hal ini adalah = Puppy bisa booting lewat

grub yang tidak puppy set secara otomatis. Kenapa installer tidak menawari secara

langsung tentang bootloader dan tidak menyuruh untuk memanggil tool lain secara manual.
Ada tool untuk melakukan remastering distro ini tapi saya tidak sempat untuk

mencobanya, ingat ini hanya review setelah 3 jam saya memakai puppy dimulai jam 1/2 7

malem sampe sekarang jam 10 kurang 1/4 malem . Review sampe sini aja ya udah ngantuk

nih mau bobo’ dulu. Terima kasih dan jangan lupa feedbacknya ya!

10 thoughts on “Review Puppy linux 3.0.0

  1. puppy sangat cepat proses loadng.
    jangan di bandingkan dg Dam Smal linux.
    gua jamin. kalo sama2 di jalanin di p2 ram 32. Dam Samll linux ga bisa jalan baik.

    Puppy bisa di isntal ke Hd,Usb. Dsl ga mungkin bisa.

    walau kita jalaian dg dg live cd, masih bisa install software, mana ada distro yg live cd tapi tetep bis instal;l soft? ( soft di simpan di hd fat32 ato usb, jadai kaga ganggu windows ato file lain)
    mana ada distro yg live cd tapi bisa instal soft fi hd????

    dukungan softwarea cukupo banyak. dukungan forum juga banyak.
    DSl??? cuman bias live cd doang, ga bisa customize

    from puppy mania

  2. Mas DSL itu bisa di install ke hd dan USB flashdisk (kalo ke USB jelas gak bisa), Apakah anda sudah pernah mencoba DSL?
    Kalo masalah jalan di P2 RAM 32MB mungkin mas yang pernah coba jadi tapi dsl tuh lancar jalan di 486dx 16 ram (dari official website).
    Kalau masalah install software di live cuma puppy yang bisa berarti anda belum coba slax ya? Bahkan SLAX tuh lebih keren dibanding PUPPY.
    Masalah costumise, Nggak pernah dengar mydsl ya?

  3. Walach….
    Malah bikin mumet…..
    Mungkin Otto yang milih untuk mencoba semua. DSL, Puppy, Slax, sama seperti pertama nyuba GNU/Linux, Knoppix, Mandriva, Ubuntu.
    Setelah nyuba…, baru milih mana yang bisa disajikan di desktop, dengan pendampingnya.
    Gratis azah lho…, bisa gonta-ganti terserah kita khan….

  4. Coba anda cari-cari di puppylinux.com soalnya aku gak lagi pegang puppy nih. Kalo anda koneksi dengan modem speedy coba jalankan perintah dhclient lalu atur /etc/resolv.conf nya

  5. mantepan puppy dari pada DSL woi..
    tapi apapun itu, yang penting linuxnya om (^_^)

    oh iya, ada puppy baru, namanya x-pup..
    mantap gan..
    theme rasa mac OS, udah ada OOo,.. cuma 300mban..
    tetep ringan, tetep isa masuk fd, gmn??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s