Debian itu Modular

Tulisan ini adalah ungkapan saya terhadap rasa yang saya dapat dari debian 4 yang saya gunakan dalam satu bulan terakhir ini. Yang paling terasa dalam Distro ini adalah sifatnya yang modular, jadi anda yang terbiasa mengkompil kode sumber untuk mendapatkan satu fitur di Applikasi tersebut akan merasa terpuaskan. Jadi jika anda menambah fitur dalam aplikasi tidak perlu merekompile program tersebut karena telah tersedia dalam entuk modul-modul yang dapat diinstall dengan mudah.

Sifat modular yang dibawa oleh debian tidak berhenti sampai disitu saja, bahkan mulai dari file konfigurasi dibuat semodular mungkin. Contoh yang paling terasa adalah pada Apache2, anda tidak diijinkan untuk menuliskan tentang site anda pada file konfigurasi utama tetapi di sediakan satu folder yang bernama sites-available dan sites-enable. Cara kerjanya adalah anda membuat modul yang berisi informasi tentang site anda di folder sites-available setelah itu lakukan perintah ap2ensite yang akan membuat sebuah link ke folder sites-enable.

Yang saya perhatikan juga, debian selalu menyarankan kita agar selalu memakai file (yang bukan file konfigurasi utama) untuk menuliskan konfigurasi lokal kita.  Contoh pada bind debian meng-include-kan  file konfigurasi untuk zone dengan nama named.conf.local. Anda dapat mencoba debian bila anda tertarik dengan sedikit pengalaman saya tersebut.

Terima Kasih Assalamualaikum Wr Wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s