Tag

, , , , , , , ,

dominasi maskulin wejick

Buku bagus buat dibaca

Kata emansipasi wanita sering dipakai untuk menggambarkan kebebasan wanita dari dominasi maskulin yang direpresentasikan dalam wujud agama, budaya maupun norma-norma lainnya. Selonggar apa batasan yang ada di dalam emansipasi diluar pembicaraan kita. Terlebih dahulu mari kita tanyakan asal muasal dari emansipasi wanita.

Beberapa orang menyatakan emansipasi wanita berasal dari kebudayaan barat. Hmm apa iya? Mari kita tilik bersama.

Kebudayaan barat tentu saja merujuk ke kebudayaan eropa dan amerika, yang nantinya sering ditautkan kembali ke masa sejarah setelah masuknya ajaran agama kristen.

Setelah sepakat dengan definisi kebudayaan barat untuk membuat antitesis dari hipotesis awal maka diperlukan kajian tentang emansipasi wanita diluar daerah eropa atau sebelum agama kristen masuk. Saya mencatat ada beberapa bukti emansipasi wanita yang memenuhi syarat antitesis kita, apa saja? ini dia:

1. Cleopatra

Cleopatra yang lahir 69 tahun sebelum masehi (BC) adalah representasi wanita yang cerdas, terhormat dan berkarisma. Dilahirkan sebagai putri seorang pemimpin yunani, cleopatra akhirnya mendapat kesempatan menjadi fir’aun terakhir dari kerajaan mesir kuno.

2. Wanita yunani

Sebagai masyarakat pagan seperti umumnya, masyarakat yunani kuno juga memperlakukan wanita sama halnya seperti budak, akan tetapi pikiran tentang emansipasi wanita pun telah muncul pada jaman masyarakat yunani kuno. Plato yang dilahirkan  427 tahun sebelum masehi telah memberikan gagasan tentang emansipasi wanita, lewat tulisan di The Republic kawan-kawan bisa menemukan gagasan plato tentang the natural partnership of the sexes.

3. Judaisme / Yahudi

Dimasyarakat yahudi yang terbentuk 3000 tahun yang lalu sudah dikenal persamaan gender. Dalam masyarakat yahudi tidak dikenal yang namanya pembedaan laki-laki maupun perempuan. Bahkan pada 10 perintah tuhan jelas disebutkan untuk menghormati Ibu dan Bapak. Walaupun terdapat paradoks di aturan tersebut, wanita dianggap memiliki hak spesial dan tertinggi di dalam rumah, sehingga urusan di luar rumah seperti kebijakan publik dan lain-lain bukanlah bagiannya.

Dari tiga kebudayaan yang saya kaji secara singkat dapat disimpulkan bahwa kebudayaan barat bukanlah pembawa emansipasi wanita. Kalau bukti pertama dan kedua dianggap masuk sebagai kebudayaan barat, maka bukti tentang kaum yahudi bisa menjadi contoh yang cukup tepat.

Moral of the story :

Kebudayaan itu tidak berkembang sendirian

 

Sumber yang menginspirasi :

1. Original notes by Florence Word

2. Judaism 101 : http://www.jewfaq.org/women.htm

3. en.wikipedia.org/wiki/Cleopatra

4. en.wikipedia.org/wiki/Plato

5. The Republic, plato

About these ads