Tag

Pernah dengarkan berita menurunnya kinerja organisasi yang ditinggalkan pemimpinnya. Siapa nih yang harus disalahkan? Kalau menurut saya itu kesalahan pemimpin yang lama. Loh kok bisa begitu ?? tiung tiung

Tole : Pak dhe kok malah nyalahin orang lawas sih ???

Bukan gitu tole, kita analisis (dangkal) dulu

Bukannya sok nyalah-nyalahin, tapi mari kita amati terlebih dahulu. Ada sebuah perusahaan yang sangat maju saat pemimpinnya adalah Pak A, tetapi setelah Pak A turun jabatan eh eh ternyata kinerja perusahaan tersebut malah turun. Ada apa gerangan?

Masalah yang terjadi pada perusaan tersebut sebenarnya bukan masalah langka, cukup banyak organisasi-organisasi yang bernasib sama. Kebanyakan pengganti dari seorang pemimpin lama sulit untuk menjalankan fungsinya.  Dan kenapa kok bisa seperti ini? Karena tidak ada pengganti yang memahami sepaham pemimpin lama tersebut. Dan itu adalah sesuatu yang sangat-sangat buruk.

Cukup banyak seseorang memimpin dengan gaya single fighter. Pemimpin itu sangat fokus mengerjakan tugas-tugasnya tetapi melupakan satu tugas yang sangat-sangat penting yaitu menyiapkan kadernya. Kader-kader yang akan menggantikannya tentunya membutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang cukup akan kondisi luar dalam dari organisasi tersebut. Bila pemimpin itu tidak membagikan perannya untuk dirasakan penerusnya maka dapat ditebak akan turunnya kinerja kepengurusan.

Pendelegasian tugas mempunyai berbagai keuntungan baik untuk sang pemimpin maupun organisasi itu sendiri. Diantaranya :

1. Menjamin regenerasi organisasi

Seperti yang saya ungkapkan di atas  tentunya sudah dapat di mengerti bagaimana bila pendelegasian tugas jarang atau bahkan tidak dilakukan.

2. Menjamin kelancaraan keorganisasian

Saat organisasi bertumpuk pada “action” seorang pemimpin saja maka itu adalah kondisi yang tidak sehat dari suatu organisasi. Bayangkan bila tiba-tiba sang pemimpin itu diculik alien :-D?

3. Memastikan pemimpim membawa maju organisasi

Ini adalah sesuatu yang cukup penting. Kebanyakan seorang pemimpin terlalu mengurusi berbagai detil dan seakan terjebak ke hal tersebut. Hal ini lah yang harus dikendalikan, pemimpin bukan hanya bertanggung  jawab terhadap jalannya program. Tetapi juga bertanggung jawab akan kemajuan organisasi. Saat pemimpin terjebak keberbagai detil kapan dia akan dapat memikirkan langkah maju organisasi? pemimpin harus percaya untuk mendelegasikan berbagai detil itu kepada bagian lain dari organisasi.

Bagai mana kawan udah pada punya bayangan belum pentingnya pendelegasian??? walaupun itu tidak semua tapi saya saat ini lebih konsen ke hal ini.

Tole : owh gitu ya pak dhe. Sekarang tole tahu !!! emang benerkan pakdhe kalau kerja sama itu indah

Siip tole ternya udah pinter sekarang yah :-)

About these ads