Tag

, , ,

Bagi teman-teman yang berkecimpung di dunia ke organisasian masalah kepemimpinan adalah sesuatu yang cukup sering diperbincangkan. Mulai jaman saya njabat jadi dewan kerja di AKD, Pengurus OSIS sampai ngobrol sama temen-temen Fordi Mapelar maupun HME masalah kepemimpinan adalah salah satu hal yang menarik untuk dibahas. Dan karena itulah saya pingin menulis tentang hal ini.

Berbagai organisasi yang saya ikuti hampir 90 persennya adalah organisasi nirlaba yang didalamnya adalah pasukan-pasukan sukarela berani mati. Yap sudah disadari dari awal tentunya bila oraganisasi semacam Pramuka, OSIS, Himpunan kemahasiswaan contoh dari sekian banyak organisasi yang di dalamnya berisi anggota sampai pengurus yang dengan sukarela bahu-membahu menjalankan kegiatan keorganisasian. Sehingga di organisasi model seperti ini lebih sulit untuk mendapatkan sosok pemimpin yang pas.

Sebelum kita beranjak bagaimana seorang pemimpin yang pas dalam sebuah organisasi sukarela, lebih baik kita mengetahui beberapa jenis pemimpin. Hmm ini dia :

1. Pintu air yang efektif

Suatu organisasi mustahil hanya diisi oleh satu orang saja. Dan juga organisasi tidak mungkin dijalankan oleh orang-orang yang memiliki satu pemikiran yang sama. Setiap bagian didalamnya pasti memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Seorang pemimpin haruslah bisa memaksimalkan semua potensi organisasinya. Jika pemimpin itu dapat memaksimalkan semua potensi yang ada dengan baik dan berimbang tentunya pintu air akan terbuka dengan penuh. Harus diingat bila sang pemimpin belum bisa mengelola potensi organisasi dengan baik maka bisa saja pintu air kita malah tersumbat oleh sampah.

2. Pemimpin dengan pengungkit

Pada organisasi yang lebih fokus ke hasil maupun komersialisasi tentunya pemimpin akan terpilih dari seberapa dia unggul dibidang tersebut. Dan pemimpin di organisasi yang seperti ini umumnya tidak terlalu sulit mendapatkan. C “loyalitas ” dari bawahannya. Contoh saja pemilik suatu perusahaan tidak akan terlalu sulit untuk mendapat loyalitas karyawan hanya dengan memanfaatkan alasan gaji.

Tentunya 2 hal diatas bukanlah keseluruhan dari kriteria pemimpin. Tetapi pertanyaannya bagaimanakah pemimpin yang paling baik untuk kasus kita di atas? Saat kita amati tentunya pemimpin dengan pengungkit adalah sesuatu yang hampir mustahil ada di suatu organisasi sukarela.

Saya langsung saja nulisnya (soalnya udah lumayan ngantuk)

Menurut pikiran saya (sudah dipengaruhi bukunya john c maxwell) pemimpin yang tepat ada disebuah organisasi sukarela adalah pemimpin yang paling besar mempunyai pengaruh. Yap saya sepakat dengan semua orang bahwa esensi dari kepemimpinan adalah pengaruh. Siapapun orangnya yang bisa mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk berpartisipasi adalah seorang pemimpin sejati.

Pernah ada cerita bahwa pemimpin yang baik adalah seseorng yang bila dilempar kesuatu komunitas dapat mengajak sebanyak mungkin anggota komunitas itu untuk menghasilkan kontribusinya.

Jadi ingat pemimpin sejati adalah pemimpin yang memiliki pengaruh yang besar. Eitss jangan terburu-buru menyimpulkan suatu hal sebelum kata-kata terkhir dari saya ;-p

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang paling berpengaruh. Tidak peduli apapun posisi Anda tetapi bila tidak mempunyai pengaruh dapat disimpulkan anda belum menjadi pemimpin yang baik.

Tetapi jangan kecewa dulu. Pengaruh adalah sesuatu yang dapat dibangun so jangan menyerah :-)

About these ads