LPJ FORDI MAPELAR UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Saat ini saya sedang mempertanggung jawabkan posisi ketua umum di FORDI MAPELAR
Saat ini saya sedang mempertanggung jawabkan posisi ketua umum di FORDI MAPELAR
Saat ini pembicaraan tentang pergerakan mahasiswa akan terjadi suatu dikotomisasi akan mahasiswa itu sendiri. Hasilnya terdapat golongan mahasiswa aktivis dan golongan mahasiswa apatis. Dengan dikotomisasi ini maka setiap mahasiswa akan dengan mudah (murah) mendapatkan identitas sosialnya. Ironisnya pembagian kasar akan mahasiswa ini seringkali dilakukan oleh yang mengaku sebagai aktivis mahasiswa.
Saya melihat perlakuan pembagian kasar ini bukan dilakukan oleh aktivis mahasiswa yang memiliki tingkat penalaran yang tinggi. Pembagian ini justru dilakukan oleh orang yang masih cetek pendalamannya akan dunia pergerakan mahasiswa.
Seakan konsep pemenuhan harga diri sebagai jalan menuju puncak piramida kebutuhan hidup benar-benar terbukti di fenomena ini. Seperti yang dipaparkan diatas bahwa kebanyakan malah new comer di pergerakan lah yang menyukai penggolongan dikotomis ini. Hal ini karena memang mereka membutuhkan suatu status social bagi dirinya. Saat pembagian disederhanakan menjadi dua hal, maka status aktivis pun akan dengan mudah didapat.
Seorang aktivis seharusnya tidak menyibukan diri untuk mencari pengakuan akan dirinya sendiri, apalagi dengan melakukan sebuah kategorisasi kasar demi hal itu. Hal-hal semacam pengakuan tidak perlu dibuat-buat tetapi perlu dibuktikan. Janganlah menghabiskan energy terkait mahasiswa yang belum tergerakan, karena hal ini malah terlihat seperti menangisi keadaan diri sendiri.
Sebuah pengakuan sebagai aktivis seharusnya muncul dengan sendirinya seperti matahari yang dengan sendirinya muncul saat belahan bumi menginjak pagi. Eitss tetapi hal ini jangan harap dianggap sebagai keniscayaan dari pergerakan yang kawan-kawan lakukan. Ingat, bumi berputar bukan hanya menempuh 1 kilo meter saja, tidak dilakukan dengan energi dari sepiring nasi, perlu kerja keras untuk memutar bumi sehingga rotasinya bisa menjadikan matahari terbit dari ufuk timur setiap pagi. Tidak ada keniscayaan disini.
Sebenarnya kita harus tersenyum sekarang. Karena golongan yang melakukan pencarian pengakuan secara instan sangatlah kecil, bilapun terjadi tidak akan lama. Lingkungan aktivis pergerakan mahasiswa rasanya memang telah dewasa (mature), sehingga dapat membentuk aktivis-aktivis baru yang lebih dewasa dan berkualitas.
Harus kita ingat bersama bahwa sebelum menjadi yang saat ini, masing-masing dari kita telah melalui proses. Di mana proses itu yang juga mempunyai andil dalam keunikan karakter kita masing-masing. Karena itulah bila nanti ada kader bangsa yang menjalani masa-masa awalnya, janganlah dihancurkan semangatnya. Kita semangati bersama dan arahkan.
nb:
penulis adalah pemula dalam dunia ini, sehingga jangan kaget bila tulisan di atas sangat terlihat corak ke awam an nya.
Sering orang membicarakan atau menuliskan tentang yang dinamakan borjuis. Saat membicarakannya selalu menggolong-golongkannya, ada yang besar, kecil dan menengah.
Borjuis kecil, apakah kamu memang benar-benar peragu?
Today is lovely day
What a perfect time
Salam Penalaran!!
Saya selaku anggota Fordi Mapelar – UKM yang sangat saya cintai – merasa sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Sekali lagi saya memposisikan diri sebagai anggota Fordi Mapelar. Tulisan ini saya tulis dengan harapan menjadi modal kawan-kawan untuk berkontemplasi bersama (mau tahu apa itu kontemplasi? cari aja di google)
Hal ini terkait dengan yang digembar-gemborkan sebagai masa depan Fordi Mapelar, yang saat ini terasa terbagi menjadi 3 golongan. Golongan pertama adalah yang mendorong organisasi kita lebih ke Penulisan Ilmiah yang selanjutnya saya sebut Golongan Penulisan, Golongan Kedua adalah kawan-kawan yang menginginkan Fordi Mapelar kembali ke “akarnya” yang menjadi sarang aktifis garang yang selanjutnya saya sebut sebagai Golongan Akar, dan golongan yang terakhir adalah yang ingin mengimbangkan keduanya yang saya sebut sebagai Golongan tengah.Isu terbaginya golongan ini sebenarnya tidak terjadi pada semua anggota Fordi mapelar, tetapi hal ini sangat terasa saat ini. Baca entri selengkapnya »
Jaga-jaga kalau lupa bisa lihat di sini lagi ha ha
char getinput()
{
if (kbhit())
{
getch();
return getch();
}
return 0;
}
http://wiki.osdev.org/Introduction
memilih adalah sebuah upaya yang membutuhkan suatu kesadaran. Peran suatu kesadaran dalam menentukan pilihan sangat besar dan signifikan. Karena sangat vitalnya peran dari kesadaran dalam menentukan suatu pilihan, sampai-sampai kesadaran digunakan sebagai sebuah acuan untuk menilai suatu pilihan. Tidak sedikit orang yang menanyakan tentang kesadaran seseorang saat memilih (mungkin karena tidak percaya orang pilihan yang dipilih). karena itulah menjaga kesadaran adalah mutlak adanya. Lihat saja bagaimana nasib orang-orang yang memilih tanpa kesadaran. Pasti kacau yang akan terjadi, kalau tidak ya karena orang itu beruntung.
Biasanya orang mengartikan tangan kanan sebagai bagian dari tubuh. Tetapi beberapa orang juga mengartikan sebagai anak buah. Banyak versi bukan? itulah hidup bung. Dunia menyediakan berbagai hal yang terlihat sederhana tetapi ternyata sangat ribet. Yah memang bukan salah ibu mengandung karena memang ibu gak tahu bagai mana kita hidup sepenuhnya.
Perjalanan hidup itu dihiasi oleh berbagai macam penderitaan. Kata orang budha seluruh kehidupan itu bisa menjadi penderitaan. Yah kalo pernah lihat kera sakti pasti tahu dengan istilah ini. Bahkan menikmati kesenangan pun di golongkan sebagai penderitaan, yaitu diserang ketakutan merasakan akhir dari kesenangan. Oh hidup kenapa kamu begitu penuh penderitaan?
Oh tulisan ini, mengapa dari tangan kanan menjadi menuju penderitaan karena kesenangan? Tulisan ini terjadi karena hari ini ada CLN (Core Legacy Night). Acara ini adalah acara perpisahan secara simbolis dari angkatan 2007 Elektro UB atau kerennya biasa di singkat TEUB. Selama 4 tahun mereka sudah merasakan kebersamaan, karena itu pasti mereka sekarang disiksa ketakutan merasakan kehilangan kebersamaan. Kasian memang mereka, tetapi juga memang ini jalan hidup, yaitu penuh penderitaan (bahkan saat merasakan kesenangan).